CIPASUNG, 16 Desember 2025 – Memasuki hari kedua, kegiatan Sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan Pondok Pesantren Cipasung semakin mendalam. Bertempat di Madrasah Lantai 2, santri putra dan putri dari delegasi asrama, diberikan pelatihan keterampilan lunak yang penting untuk menjadi barisan terdepan dalam melawan penyalahgunaan narkoba.
Setelah acara pembukaan resmi pada hari sebelumnya, agenda hari ini menitikberatkan pada peningkatan kemampuan individu lewat kerjasama antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Diskominfo, dan para akademisi. Santri diberi dorongan untuk berubah menjadi penggerak perubahan yang tidak hanya memiliki kecerdasan informasi, tetapi juga kuat dari segi karakter dan unggul dalam berkomunikasi.
Waspada Terhadap Ancaman Tersembunyi di Media Sosial
Sesi pertama dimulai dengan topik “Bijak Bermedia Sosial” yang disampaikan oleh perwakilan dari Diskominfo Kabupaten Tasikmalaya. Dalam presentasinya, pembicara menekankan kerentanan dalam ruang digital yang kini berfungsi sebagai akses untuk peredaran narkoba.
Untuk mempermudah audiens memahami, pemateri menunjukkan gambar visual sebuah smartphone yang terhalang oleh sosok makhluk yang mengancam. Ia menggunakan perbandingan dengan benda tajam untuk menjelaskan dua sisi dalam teknologi.
“Bahwasanya setiap perkembangan teknologi, semakin bagus, ada juga bahaya, ada sisi negatif yang menyertainya, seperti pisau atau golok. Semakin diasah semakin tajam, untuk mudah kita memotong dan mudah juga kita terluka,”ujar narasumber di hadapan audiens.
Selanjutnya, pembicara memberi peringatan bahwa di zaman digital sekarang ini, peredaran narkoba dapat menyusup ke jejaring sosial dengan cara yang lebih rapi dan menyesatkan. Oleh karena itu, pemahaman literasi digital menjadi pertahanan utama yang wajib dimiliki para santri.
Membangun Karakter Agen Perubahan
Selain faktor teknis, penguatan mental juga menjadi fokus utama. Pada sesi berikutnya, hadir akademisi dan psikolog dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menyampaikan materi tentang “Pengembangan Ciri Individu yang Terlibat dalam P4GN”.
Dalam sesi ini, pembicara menekankan bahwa pencegahan yang berhasil berawal dari kekuatan mental dan kemampuan interpersonal.
“Setelah workshop ini, diharapkan para audiens dapat berperan sebagai agen perubahan. Tugas kalian bukan hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai penyuluh, pendamping, penjangkau, dan fasilitator dalam upaya penanganan korban penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Kunci Keberanian Berbicara di Depan Umum
Sebagai penutup, sesi terakhir dilengkapi dengan materi tentang public speaking yang berjudul “Berani Berbicara Berani Mencoba”.
Dalam sesi tersebut, pembicara memperkenalkan metode SPK sebagai cara dasar yang tepat untuk berbicara. Ditekankan bahwa ketakutan saat berada di depan publik harus diatasi, karena kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan jelas adalah senjata utama bagi pelaku P4GN. Dengan keterampilan public speaking yang baik, para santri diharapkan bisa melakukan penyuluhan dan menjangkau masyarakat dengan lebih meyakinkan.
Serangkaian Bimtek P4GN di Cipasung ini diharapkan menjadi pendorong lahirnya kader-kader antinarkoba yang komprehensif. Kolaborasi dari berbagai materi ini menjadi bekal penting untuk menciptakan lingkungan di Cipasung dan sekitarnya yang benar-benar Bersinar (Bersih Narkoba).
Penulis: Muhammad Fikry Maulana R
