Muwada’ah dan Pelantikan Pengurus Asrama, TPKS: Pimpinan Tekankan Amanah dan Adab Liburan

Penulis: Muhammad Fikry Maulana R

CIPASUNG, BAJURI – Ribuan santri Pondok Pesantren Cipasung memadati Aula Dome pada Jumat (19/12/2025) malam. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai acara Muwada’ah yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Asrama dan Tim Penggerak Kegiatan Santri (TPKS) masa bakti 2025/2026, serta penganugerahan Juara Kelas Pengajian.

Kegiatan ini menjadi momentum lengkap bagi pesantren untuk memberikan bekal regenerasi organisasi, penguatan spiritual, apresiasi prestasi akademik, serta penanaman adab sebelum para santri menjalani liburan semester ganjil.

Regenerasi, Baiat, dan Setya Bakti

Rangkaian acara inti diawali dengan prosesi pergantian kepengurusan. H. Cecep Muhammad Sofwan Habibie, S.E., membacakan Surat Keputusan (SK) penunjukan pengurus baru. Dengan lantang, beliau menyebutkan satu per satu nama santri yang mendapat amanah sebagai Pengurus Asrama dan TPKS.

Usai pembacaan SK, Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung, KH. Ubaidillah Ruhiat, BA, memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah (baiat).

Momen emosional terjadi sesaat setelah pelantikan. Sebagai bentuk penghormatan tinggi, KH. Ubaidillah Ruhiat, BA secara langsung menyerahkan penghargaan Setya Bakti kepada jajaran pengurus Asrama dan TPKS masa bakti 2024/2025. Penyerahan ini menjadi simbol terima kasih pesantren atas dedikasi dan pengabdian tulus mereka selama satu periode masa bakti sebelumnya.

Dalam amanatnya kepada pengurus baru, Pimpinan Pondok berpesan agar mereka memulai tugas dengan niat yang lurus.

“Barusan kita sudah dilantik dan disumpah. Sekarang kita mulai dengan Bismillah, kita akan melaksanakan amanah ini,” ujar K.H. Ubaidillah Ruhiat, BA.

Beliau menegaskan bahwa kunci kesuksesan seorang pemimpin terletak pada keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.

“Kita tidak akan menjadi pemimpin yang baik dan sukses, kecuali kita mempunyai sifat Rasulullah SAW, yaitu empat sifat: Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah,” tegasnya.

Kepemimpinan adalah Kepercayaan

Senada dengan Pimpinan Pondok, Drs. KH. Acep Adang Ruhiat, M.Si., dalam Mauidzoh Hasanah-nya mengingatkan besarnya tanggung jawab seorang pengurus. Menurutnya, menjadi pengurus bukanlah hal yang mudah karena menyangkut kepercayaan.

“Setiap orang bisa jadi pemimpin, tetapi tidak semua orang mampu menjadi pemimpin, karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan,” tutur K.H. Acep Adang Ruhiat, M.Si.

Beliau menekankan bahwa esensi jabatan di pesantren adalah kepercayaan. “Masalah kepemimpinan adalah masalah kepercayaan,” pungkasnya. Ia mengingatkan, ketika pesantren telah memberikan kepercayaan, maka pengurus bertanggung jawab penuh untuk melayani dan merawat santri dengan cara terbaik.

Apresiasi Santri Berprestasi

Suasana berubah riuh penuh antusiasme saat sesi pengumuman Juara Kelas Pengajian. H. Muhammad Rizqi Romdhon, M.H., M.Pd., membacakan SK pengukuhan santri terbaik dari berbagai jenjang, mulai dari Kelas Dasar, Kelas Persiapan, hingga Kelas 1, 2, dan 3. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi nyata pesantren atas dedikasi santri dalam memahami ilmu agama.

Maklumat Liburan dan Disiplin Santri

Menutup rangkaian acara, H. Cep Mohammad Irham Sya, S.E, M.Pd., menyampaikan maklumat resmi terkait prosedur kepulangan. Libur semester ganjil ditetapkan mulai 20 Desember 2025 dan seluruh santri wajib kembali ke pondok pada 11 Januari 2026.

“Pada 11 Januari nanti, semua orang tua diwajibkan untuk hadir dalam rapat dan pengajian di pondok,” tegas H. Cep Mohammad Irham Sya, S.E, M.Pd.

Ia juga menekankan aturan disiplin ketat. Santri yang pulang mendahului jadwal atau terlambat kembali akan dikenakan denda. Selain itu, etika berpakaian saat perjalanan pulang dan kembali ke pondok wajib mematuhi aturan pesantren.

Di akhir maklumat, H. Cep Mohammad Irham Sya, S.E, M.Pd menitipkan pesan moral agar santri tetap menjaga perilaku selama di rumah.

“Ketika pulang nanti, santri harus membantu orang tua, bermasyarakat, berakhlakul karimah, serta menjaga nama baik diri sendiri dan nama baik Pondok Pesantren Cipasung,” pesannya.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Moch An’am Nazily, S.E. melepas ribuan santri untuk berlibur dengan bekal ilmu dan adab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *