Rangkaian Pra Haul Almagfurlah Drs. KH. A. Bunyamin Ruhiat M.Si. Pondok Pesantren Cipasung Semarakkan Pesantren Dengan Harmoni Dan Kreativitas.

Cipasung, Tasikmalaya – Rangkaian Pra haul Almagfurlah KH. A. Bunyamin Ruhiat kembali menghadirkan suasana yang hangat dan penuh takdzim di komplek Pondok Pesantren Cipasung. Sejak sabtu malam, 15 November 2025, lingkungan pesantren seolah diselimuti atmosfer kebersamaan, suara tawa, lantunan nada, dan ketulusan santri serta masyarakat sekitar menyatu menjadi sebuah mosaik peringatan yang meriah.


Kegiatan dibuka dengan lomba paduan suara masyarakat. Perwakilan dari berbagai kampung sekitar pesantren, tampil membawakan harmoni terbaik mereka. Suara-suara itu melengkung di udara, seakan menjadi doa yang lembut untuk sang ulama yang begitu dihormati. Ketika perlombaan berpindah pada paduan suara santri putra dan santri putri, suasa kian hidup. Setiap asrama menampilkan kekompakan dan kreativitas aransemen yang begitu matang, ada yang membawakan lagu dengan nuansa klasik, ada pula yang memadukan vokal dengan tepukan ritmis. Penonton tak henti memberikan tepuk tangan, sebagai sebuah sambutan hangat yang mencerminkan bentuk cinta mereka terhadap tradisi seni.


Salah satu rangkaian yang paling menjadi sorotan ialah lomba menggambar sketsa wajah Almagfurlah KH. A. Bunyamin Ruhiat. Lomba ini menghadirkan keunikan tersendiri, para peserta tidak hanya menggambar, tetapi juga berusaha ‘membaca’ sosok almarhum melalui goresan. Ada yang menampilkan sketsa realis dengan detail yang nyaris hidup, menonjolkan tatapan teduh sang kyai, ada pula yang memilih gaya modern dan simbolis yang menggambarkan kebijaksanaan beliau melalui permainan garis, cahaya, dan tekstur. Beberapa karya bahkan memadukan tinta dan arang, mengasilkan kesan mendalam seolah wajah beliau muncul perlahan dari lembaran kertas putih yang sunyi. Keunikan-keunikan ini membuat para dewan juri terpukau, dan sesekali mereka berhenti agak lama di depan karya para peserta, seakan ingin meresapi makna yang tersimpan di balik tiap goresan.


Tidak berhenti pada seni rupa dan vokal, rangkaian Pra haul juga diramaikan oleh Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK). Di sini, para peserta dari tiap-tiap asrama menunjukan ketajaman nalar dan keluasan pengetahuan mereka dalam membaca serta memahami kitab kuning. Suasana kompetisi terasa khidmat, suara peserta terdengar mantap, mengalir pelan namun pasti, menggambarkan kedalaman tradisi intelektual pesantren.


Lomba Cipta dan Baca Puisi ikut menambah warna pada rangkaian acara. Para peserta menuturkan bait-bait puitis yang mereka susun sendiri, ada yang lembut bak desir angin malam, ada juga yang penuh semangat seperti riuhnya pagi di halaman pesantren. Lewat puisi, mereka mencoba memaknai figur Almagfurlah KH. A. Bunyamin Ruhiat, sebagai guru, sebagai penjaga ilmu, sebagai cahaya yang tidak pernah padam meskipun raganya telah tiada.


Memasuki Rabu Malam, seluruh rangkaian Pra haul ditutup dengan pengumuman kejuaraan dari setiap cabang perlombaan. Para santri dan masyarakat serta keluarga besar Pondok Pesantren, Asatdzid-asatdizah berkumpul untuk menghadiri acara penutupan Pra haul ini. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan Pra haul tahun ini bukan sekedar perlombaan, melainkan ruang untuk memperkuat kebersmaan dan menyuburkan kreativitas juga sebuah cara untuk menjaga warisan nilai yang di tanamkan oleh almarhum.


Dengan demikian, rangkaian acara Pra haul menjadi pintu pembuka menuju acara puncak peringatan Haul ke-3 Almagfurlah KH. A. Bunyamin Ruhiat yang akan digelar dalam waktu dekat. Dibalik gema lagu, goresan sketsa, lantunan kitab, dan bait-bait puisi, tersimpan satu pesan yang sama yakni, bentuk cinta, penghormatan, dan doa yang tak pernah selesai untuk sosok ulama yang telah memberi cahaya bagi banyak jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *